Ponsel Berponi Akan Lenyap? Ini Komentar Oppo

Seri Oppo Reno yang tampil tanpa notch. (Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET)Seri Oppo Reno yang tampil tanpa notch. (Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET)

ManilaNotch atau poni untuk kawasan kamera depan, yang dipopulerkan oleh Apple di iPhone X, sempat jadi tren. Banyak vendor ponsel lain menggunakan desain serupa. Namun, sekarang pamor notch mulai meredup.

Paaalnya produsen ponsel seolah berlomba menghilangkan notch dengan bermacam-macam metode. Ada yang menggunakan kamera tompel, sistem kamera geser, hingga elevasi alias pop-up. Tak terkecuali Oppo, yang dalam produk Reno menggunakan kamera depan pop-up ala sirip hiu.

Jadi apakah berdasarkan Oppo smartphone berponi bakal lenyap? Menurut Sophia Xie selaku Industrial Designer Oppo, semuanya berpulang pada impian konsumen.


“Saya pikir itu tergantung pada kebutuhan pasar. Tergantung konsumen apakah mereka suka atau tidak atau mereka meminta sesuatu yang lain. Kita akan mengikuti preferensi konsumen. Kaprikornus kita lihat sajaapakah ada perubahan,” kata Sophia.

Akan tetapi, memang agaknya ada impian Oppo untuk mengakali kehadiran notch. Ini karena keberadaan poni dirasa mengganggu dan tidak menciptakan layar smartphone benar-benar penuh.

Pada kesempatan berikutnya, Sophia menceritakan dikala kemunculan tren notch atau poni. Eksistensi notch dianggap Oppo kurang manis dan intrusif terhadap pengalaman pemakaian smartphone.

“Misalnya dikala main game jadi menyebalkan alasannya adanya notch itu. Jadi, mengapa tidak menciptakan layar full yang sungguh nyata?” cetus Sophia.

Maka lalu muncullah flagship Oppo Find X dengan layar penuh tanpa notch karena kamera depan disembunyikan di bab tengah. Menurut Sophia, fitur tersebut yakni terobosan baik bagi Oppo maupun industri.

Di masanya, Find X pun disebut memegang rekor soal rasio layar ke bodi yang mencapai 93,8%. Saat ini muncullah Oppo Reno dengan kamera depan pop up dan rasio layar ke bodi hingga 93,1%. Reno pun mengusung layar panoramic screen yang lega.

Samsung Rilis Galaxy A10e, Harga Lebih Mahal Dari Galaxy A10

Samsung Galaxy A10. Foto: SamsungSamsung Galaxy A10. Foto: Samsung

JakartaSamsung rahasia resmi merilis Galaxy A10e. Ia diperkenalkan bersamaan dengan kedatangan ponsel kelas menengah lainnya, Galaxy A20 dan Galaxy A50, ke pasar Amerika Serikat.

Menariknya, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Galaxy A10 dan Galaxy A10e. Hal ini berbeda dengan Galaxy A20 dan Galaxy A20e yang tidak terlalu jauh perbedaannya.

Galaxy A10e mengusung layar berukuran 5,83 inch dengan Infinity-V Display, alias waterdrop notch. Layar ponsel tersebut lebih kecil dari Galaxy A10 yang mempunyai ukuran 6,2 inch.

Perbedaan kembali terlihat di kamera belakang. Walau sama-sama mengusung satu lensa, kamera belakang Galaxy A10e mengalami penurunan kualitas (8MP) dari Galaxy A10 (13MP).

Penurunan lagi-lagi tampak soal kapasitas baterai. Galaxy A10e hanya mempunyai baterai berukuran 3.000mAh, sedikit lebih kecil dari Galaxy A10 yang kapasitasnya mencapai 3.400mAh.

Sayangnya, tidak banyak informasi yang disampaikan Samsung mengenai perangkat anyarnya itu. Bahkan, gambar resmi dari ponsel itu pun tidak dibagikan olehnya.

Selain info yang tertera di atas, Samsung hanya menambahkan bahwa Galaxy A10e tersedia dengan memori internal 32GB. Perusahaan asal Korea Selatan itu membanderol smartphone tersebut senilai USD 179,99, atau sekitar Rp 2,5 juta.

Angka tersebut jauh lebih mahal ketimbang Galaxy A10 di Tanah Air. Berdasarkan situs resmi Samsung Indonesia, ponsel itu dihargai Rp 1.799.000, dan bahkan tengah menerima cuilan harga menjadi Rp 1.699.000.

Samsung Siapkan Tablet Entry Level Seharga Rp 2 Jutaan

Foto: XDA DeveloperFoto: XDA Developer

JakartaGalaxy Tab S5 rupanya bukan satu-satunya tablet yang siap diluncurkan oleh Samsung tahun ini. Vendor asal Korea Selatan tersebut juga sedang menyiapkan tablet entry level yang dinamai Galaxy Tab A (2019).

Dilansir detikINET dari XDA Developers, Jumat (14/6/2019), tablet ini gres saja disertifikasi oleh Bluetooth SIG. Dari sertifikasi tersebut terlihat bahwa tablet ini mempunyai lima model, yang empat di antaranya hadir dengan LTE dan satu hadir hanya dengan Wi-Fi.

Dari sertifikasi ini juga dipastikan bahwa Galaxy Tab A (2019) akan memakai Bluetooth 4.2. Sistem operasinya akan memakai Android Pie 9.0.

Spesifikasi kuncinya juga sudah terungkap. Tablet ini ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 429 dengan RAM 2GB dan memori internal 32GB.

Layarnya cukup kecil dengan ukuran 8 inci dengan resolusi 800×1280 pixel. Bezel di keempat sisinya juga terlihat cukup tebal. Dari gambar yang beredar terlihat tablet ini mempunyai kamera depan, dan mungkin kamera belakang tapi spesifikasinya belum diketahui.

Karena termasuk perangkat entry level dengan harga yang diperkirakan terjangkau, tablet ini tidak dilengkapi fitur-fitur menyerupai sensor sidik jari atau NFC. Tablet ini juga tampaknya tidak akan memakai stylus S-Pen menyerupai Galaxy Tab A 8.0 (2019) yang diluncurkan pada bulan Maret lalu.

Saat ini belum ada rincian lebih lanjut perihal harga dan tanggal peluncurannya. Tapi untuk harganya diperkirakan berada di kisaran USD 150-200 atau sekitar Rp 2,2-2,8 juta.

Ini Bocoran Waktu Rilis Galaxy Note 10 Dan Iphone 11

Prediksi wujud Galaxy Note 10. Foto: Phone ArenaPrediksi wujud Galaxy Note 10. Foto: Phone Arena

Jakarta – Di kuartal kedua dan ketiga tahun ini, akan ada dua perangkat flagship dari Samsung dan Apple, yang akan dirilis hampir berdekatan waktunya, Galaxy Note 10 dan iPhone 11.

Agustus disebut-sebut sebagai bulan kemunculan Galaxy Note 10, sementara September menjadi tradisi dirilisnya iPhone terbaru.

Ini Bocoran Rilis Note 10 dan iPhone 11Foto: GSM Arena


Namun, ibarat dikutip dari GSM Arena, Jumat (14/6/2019), akan ada sedikit perubahan rencana perilisan kedua flagship dari dua merek ternama tersebut di tahun ini, menurut bocoran kalender marketing Verizon.


Informasi ini bersumber dari si pembocor informasi gadget Evan Blass yang membagikan screenshot kalender marketing Verizon. Pada kalender tersebut, Galaxy Note 10 diprediksi akan rilis pada ahad ketiga Agustus, bukan minggu-minggu awal ibarat biasanya.

Laporan ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan 10 Augustus diprediksi sebagai tanggal perilisan Galaxy Note 10.

Ini Bocoran Rilis Note 10 dan iPhone 11Foto: GSM Arena

Sementara itu, untuk iPhone 2019, menurut kegiatan kalender marketing Verizon, akan dirilis pada selesai September, kemungkinkan pada ahad ketiga atau keempat.

Ini Bocoran Rilis Note 10 dan iPhone 11Prediksi wujud iPhone 11. Foto: Dok. Wagar Khan via BGR.com

Oh ya jangan lupa, akan ada Google Pixel 4 juga di pertengahan Oktober yang tak kalah menarik untuk dinantikan. Jadi, pantau terus update mengenai perangkat-perangkat ini.

Bank Di Hong Kong Buka Lagi Sesudah Demo Besar-Besaran Kemarin

Foto: ReutersFoto: Reuters

Hong Kong – Pusat keuangan di Asia, Hong Kong sempat berhenti beroperasi akhir demonstrasi besar-besaran yang terjadi kemarin.

Namun pada Jumat, bank mulai kembali membuka layanan dan beroperasi dengan normal. Mengutip Reuters, layanan bank masih tetap di bawah pengawasan kepolisian.

Perusahaan di Hong Kong, termasuk bank menutup layanan sebab adanya demonstran dalam jumlah besar yang turun ke jalan dan memblokir gedung perkantoran.


Aksi demo yang ricuh tersebut menciptakan pihak kepolisian menembakkan gas air mata dan peluru karet biar pendemo mundur. Namun langkah tersebut dikritik banyak pihak, pasalnya demonstran sama sekali tak memakai senjata dalam aksinya.

Sebelumnya Ratusan ribu demonstran turun ke jalan untuk memprotes rencana Pemerintah Hong Kong mengubah UU Ekstradisi oleh parlemen setempat yang ketika ini dikuasai partai pro-Beijing.

Polisi anti huru-hara bersenjata berat menyisir jalan demi jalan, blok demi blok, dan menembakkan gas air mata, semprotan cairan pedas, serta peluru karet. Tak ketinggalan pula tongkat untuk memukul mundur para demonstran.

Pemerintah Hong Kong menjelaskan polisi terpaksa bertindak untuk mengatasi kerusuhan. Mereka menyalahkan pengunjuk rasa sebab mengepung gedung dewan legislatif.


Sepanjang hari Rabu memang terlihat sebagian pengunjuk rasa mempersiapkan barikade untuk antisipasi bentrokan dengan polisi.

Ada juga demonstran yang mengumpulkan pecahan kerikil bata, meskipun ketika bentrokan yang mereka lemparkan kebanyakan botol air dan payung.

Bank di Hong Kong Buka Lagi Setelah Demo Besar-besaran Kemarin

Komparasi Nilai Iphone Xs Dengan Galaxy S10 Ketika Dijual Lagi

Foto: dok. SamsungFoto: dok. Samsung

JakartaSamsung Galaxy S10 merupakan ponsel flagship dengan harga tinggi. Tapi sebuah laporan menyebut nilai jual kembali ponsel bakir yang rilis pada bulan Maret 2019 itu malah susut cukup besar.

Berdasarkan laporan dari situs penjualan ponsel bekas BankMyCell, harga nilai jual kembali ketiga versi Galaxy S10 mengalami penyusutan nilai (depresiasi) sampai mencapai 50% dalam 30 hari. Menurut BankMyCell, ini merupakan salah satu penyusutan harga jual ponsel paling cepat semenjak tahun 2017.

Dilansir detikINET dari CNET, Rabu (12/6/2019), rata-rata nilai jual Galaxy S10 bekas di semua varian kapasitas turun 42,7%, Galaxy S10+ turun 47%, dan Galaxy S10e turun sampai 50,2%.

Varian yang penurunannya paling drastis yakni Galaxy S10e versi 128GB bekas, yang harga barunya USD 750, turun menjadi USD 350 dalam 30 hari. Sedangkan Galaxy S10+ versi 1TB turun dari USD 1.600 menjadi hanya USD 750 dikala akan dijual kembali oleh pengguna.

Ponsel flagship menyerupai iPhone muncul jadi pembanding dengan trio Galaxy S10. Disebutkan bahwa harga jual iPhone XR dan XS turun 42,4%, dengan catatan bahwa ponsel ini sudah diluncurkan sembilan bulan yang lalu.

“Pada dasar persentase depresiasi, lini Galaxy S10 kehilangan lebih banyak di bulan pertama (daripada) lini iPhone XS/XR dalam sembilan bulan,” tulis BankMyCell dalam laporan tersebut, memperlihatkan komparasinya.

iPhone XR 64GB yang dulunya dijual USD 749 sekarang dihargai USD 451 atau penurunan sekitar 39,8%. Sedangkan iPhone XS 64GB yang ketika diluncurkan dijual dengan harga USD 999 sekarang dihargai USD 566 atau turun 43,3%.

Penetrasi Adopsi 5G Di Korea Selatan Lampaui 4G

Foto: Getty ImagesFoto: Getty Images

Jakarta – Adopsi 5G di Korea Selatan rupanya berjalan mulus. Berdasarkan informasi dari Kementerian Sains dan Teknologi Korea Selatan, pada tanggal 10 Juni telah ada 1 juta pelanggan 5G di negara tersebut.

Angka ini berhasil dicapai hanya 69 hari sesudah jaringan 5G komersial diluncurkan oleh tiga operator terbesar Korea Selatan ialah SK Telecom, KT dan LG Uplus pada tanggal 3 April lalu. Jika dirata-rata ada 17.000 pelanggan 5G gres di Korea Selatan setiap harinya.

Jumlah ini melampaui penetrasi pelanggan 4G yang diluncurkan di Korea Selatan pada tahun 2011, yang membutuhkan 80 hari untuk mencapai 1 juta pelanggan.

Dilansir detikINET dari Venture Beat, Jumat (14/6/2019) operator SK Telecom dikala ini memegang 40% pangsa pasar 5G, sedangkan KT dan LG Uplus masing-masing memegang 30%.

Walaupun peluncuran 5G di Korea Selatan diwarnai oleh keluhan akan kecepatan 5G yang terhitung lambat dan jangkauan yang terbatas, cepatnya adopsi ini didorong oleh promosi besar-besaran untuk smartphone 5G menyerupai Samsung Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ 5G.

Tapi, promosi besar-besar ini memunculkan kekhawatiran adanya subsidi ilegal untuk perangkat dan layanan 5G supaya mendongkrak angka adopsi awal, juga operator saling berebut pangsa pasar. Subsidi tidak sehat ini dikhawatirkan bakal melukai laba perusahaan dan membatasi investasi untuk infrastruktur di masa depan.

Walau begitu, publikasi asal Korea Selatan Yonhap memperkirakan bahwa pelanggan 5G di Negeri Ginseng akan mencapai 4 sampai 5 juta pada simpulan tahun ini. Angka ini optimistis dicapai apalagi ketika Galaxy Fold dan Galaxy Note 10, dan perangkat lain yang telah kompatibel dengan 5G, dirilis nantinya.

Saat ini di Korea Selatan telah ada 54.000 base station 5G, tapi jangkauannya gres mencapai kawasan perkotaan. Pada simpulan tahun ini, layanan 5G ditargetkan akan tersebar di 85 kota di Korea Selatan dengan peningkatan kualitas jaringan area indoor menyerupai bandar udara, stasiun kereta api dan sentra perbelanjaan.

Pasca Lebaran, Transaksi Perbankan Bri Terus Meningkat

Banking hall BRI (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikcom)Banking hall BRI (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikcom)

Jakarta

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku mengalami aneka macam lonjakan transaksi perbankan pasca libur Idulfitri 1440 H. Peningkatan jumlah transaksi tersebut menciptakan BRI semakin yakin menjadi bank yang dipercaya masyarakat sebagai daerah bertransaksi.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi, mengungkapkan ragam lonjakan transaksi per hari meningkat dari sekitar 22,72%, yaitu dari rata-rata Rp 22 juta transaksi per hari menjadi Rp 27 juta transaksi per hari.

Ia menyebutkan semua transaksi tersebut lebih banyak didominasi dihukum melalui jaringan e-Channel, e-Banking, dan jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Internet Banking BRI selama H-14 sampai Hari H Idulfitri rata-rata per hari terdapat 3,42 juta kali transaksi, naik sebesar 31,27% dibandingkan rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 2,61 juta kali transaksi,” ujar Osbal dalam keterangannya, Jumat (14/6/2019)

“Sedangkan transaksi Mobile Banking BRI juga mengalami kenaikan serupa yakni selama H-14 sampai Hari H lebaran rata-rata per hari terdapat 1,12 juta kali transaksi, naik sebesar 9,4% dibandingkan rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 1,09 juta kali transaksi,” imbuhnya.

Osbal menuturkan bila dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, kedua transaksi baik Internet Banking maupun Mobile Banking, mengalami kenaikan yang signifikan. Internet Banking BRI naik 109,75% dari 1,62 juta transaksi pada 2018 naik ke 3,42 juta transaksi pada 2019. Mobile Banking BRI naik sebesar 23,4% dari 964 ribu transaksi ke 1,12 juta transaksi.

“Kami mengalami puncak transaksi Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI pada H-12 tahun ini. Berbeda dikala tahun 2018 lalu, terjadi dikala H-10 lebaran,” ungkap Osbal.

Hal menarik yang terjadi sepanjang libur Idulfitri kali ini, BRI telah mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk bertransaksi secara nontunai (cashless). Ini tampak terlihat dari banyaknya jumlah uang tunai yang disiapkan oleh Bank BRI yang menurun drastis kalau dibandingkan dengan liburan tahun lalu.

BRI hanya menyiapkan kebutuhan uang tunai senilai Rp 48,2 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan pada 2018 kemudian sebesar Rp 62 triliun. Bahkan realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan pada dikala libur Idulfitri hanya sebesar Rp 41,2 triliun.

Penurunan tersebut dilakukan sebagai bentuk optimisme BRI terhadap transaksi nasabah secara cashless melalui channel yang ada dan penilaian kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun.

Selain itu, Osbal menjelaskan kinerja jaringan e-channel BRI juga semakin cantik sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa kuatir apabila kekurangan uang tunai sebab sanggup diperoleh pribadi di 22.600 ATM BRI yang tersebar diseluruh Indonesia dan apabila kelebihan uang tunai sanggup menyetorkan pribadi di mesin CRM BRI.

“Secara keseluruhan transaksi nasabah mengalami kenaikan, terlebih kami hanya libur kantor dikala hari H Lebaran. Bahkan transaksi e-channel tetap berjalan selama 24 jam nonstop setiap hari dengan realibility 95%. Bila kami rata-rata, transaksi nasabah mencapai Rp 25 juta melalui aneka macam channel yang kami punyai. Kami akan terus melaksanakan penilaian dengan menyempurnakan IT BRI ke depannya, sehingga keyakinan masyarakat dan costumer experience nasabah kepada BRI terus meningkat,” terperinci Osbal.

Diketahui daerah yang paling banyak di kunjungi dan di datangi oleh nasabah dan masyarakat untuk betransaksi ialah ATM dan CRM 35,37%, EDC merchant 24,07%, Internet Banking 13.11% dan di jaringan kantor yang buka menjelang lebaran dan pada dikala libur Idulfitri sebanyak 10,04%. Data ini juga mengatakan bahwa BRI telah berhasil melaksanakan shifting transaksi dari banking hall kantor ke jaringan-jaringan e-Channel dan e-Banking.

Pasca Lebaran, Transaksi Perbankan Bri Terus Meningkat

Banking hall BRI (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikcom)Banking hall BRI (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikcom)

Jakarta

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku mengalami banyak sekali lonjakan transaksi perbankan pasca libur Idulfitri 1440 H. Peningkatan jumlah transaksi tersebut menciptakan BRI semakin yakin menjadi bank yang dipercaya masyarakat sebagai daerah bertransaksi.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi, mengungkapkan ragam lonjakan transaksi per hari meningkat dari sekitar 22,72%, yaitu dari rata-rata Rp 22 juta transaksi per hari menjadi Rp 27 juta transaksi per hari.

Ia menyebutkan semua transaksi tersebut lebih banyak didominasi dihukum melalui jaringan e-Channel, e-Banking, dan jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Internet Banking BRI selama H-14 sampai Hari H Idulfitri rata-rata per hari terdapat 3,42 juta kali transaksi, naik sebesar 31,27% dibandingkan rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 2,61 juta kali transaksi,” ujar Osbal dalam keterangannya, Jumat (14/6/2019)

“Sedangkan transaksi Mobile Banking BRI juga mengalami kenaikan serupa yakni selama H-14 sampai Hari H lebaran rata-rata per hari terdapat 1,12 juta kali transaksi, naik sebesar 9,4% dibandingkan rata-rata per hari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 1,09 juta kali transaksi,” imbuhnya.

Osbal menuturkan bila dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, kedua transaksi baik Internet Banking maupun Mobile Banking, mengalami kenaikan yang signifikan. Internet Banking BRI naik 109,75% dari 1,62 juta transaksi pada 2018 naik ke 3,42 juta transaksi pada 2019. Mobile Banking BRI naik sebesar 23,4% dari 964 ribu transaksi ke 1,12 juta transaksi.

“Kami mengalami puncak transaksi Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI pada H-12 tahun ini. Berbeda ketika tahun 2018 lalu, terjadi ketika H-10 lebaran,” ungkap Osbal.

Hal menarik yang terjadi sepanjang libur Idulfitri kali ini, BRI telah mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk bertransaksi secara nontunai (cashless). Ini tampak terlihat dari banyaknya jumlah uang tunai yang disiapkan oleh Bank BRI yang menurun drastis kalau dibandingkan dengan liburan tahun lalu.

BRI hanya menyiapkan kebutuhan uang tunai senilai Rp 48,2 triliun. Jumlah ini turun dibandingkan pada 2018 kemudian sebesar Rp 62 triliun. Bahkan realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan pada ketika libur Idulfitri hanya sebesar Rp 41,2 triliun.

Penurunan tersebut dilakukan sebagai bentuk optimisme BRI terhadap transaksi nasabah secara cashless melalui channel yang ada dan penilaian kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun.

Selain itu, Osbal menjelaskan kinerja jaringan e-channel BRI juga semakin manis sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa kuatir apabila kekurangan uang tunai alasannya sanggup diperoleh pribadi di 22.600 ATM BRI yang tersebar diseluruh Indonesia dan apabila kelebihan uang tunai sanggup menyetorkan pribadi di mesin CRM BRI.

“Secara keseluruhan transaksi nasabah mengalami kenaikan, terlebih kami hanya libur kantor ketika hari H Lebaran. Bahkan transaksi e-channel tetap berjalan selama 24 jam nonstop setiap hari dengan realibility 95%. Bila kami rata-rata, transaksi nasabah mencapai Rp 25 juta melalui banyak sekali channel yang kami punyai. Kami akan terus melaksanakan penilaian dengan menyempurnakan IT BRI ke depannya, sehingga keyakinan masyarakat dan costumer experience nasabah kepada BRI terus meningkat,” terperinci Osbal.

Diketahui daerah yang paling banyak di kunjungi dan di datangi oleh nasabah dan masyarakat untuk betransaksi ialah ATM dan CRM 35,37%, EDC merchant 24,07%, Internet Banking 13.11% dan di jaringan kantor yang buka menjelang lebaran dan pada ketika libur Idulfitri sebanyak 10,04%. Data ini juga mengatakan bahwa BRI telah berhasil melaksanakan shifting transaksi dari banking hall kantor ke jaringan-jaringan e-Channel dan e-Banking.

Galaxy M40 Resmi Meluncur, Harga Mulai Dari Rp 4 Juta

Samsung Galaxy M40 resmi diluncurkan. (Foto: Dok. Samsung)Samsung Galaxy M40 resmi diluncurkan. (Foto: Dok. Samsung)

JakartaSamsung sudah resmi meluncurkan Galaxy M40, yang dibuka dengan harga mulai dari kisaran Rp 4 juta. Spesifikasi Samsung Galaxy M40 ini sendiri terlihat familiar.

Galaxy M40 diumumkan oleh Samsung di India. Menurut GSM Arena, Rabu (12/6/2019), harga Galaxy M40 dimulai dari 19.990 Rupee atau sekitar Rp 4 juta. Ponsel itu juga disebut akan mulai dijual pada tanggal 18 Juni mendatang di India, dengan dua opsi warna yakni Midnight Blue dan Seawater Blue colors.

Bagaimana dengan spek Galaxy M40? Pertama-tama, ponsel ini dilengkapi dengan display PLS 16 inch — bukan tipe Super AMOLED demi menekan harga. Mengusung model Infinity-O display, Galaxy M40 mempunyai “lobang” di pojok kiri atas kawasan kamera depan 16MP. Tak ada speaker menelepon di penggalan atas sebab bunyi di ponsel ini dihasilkan lewat “layar getar” (Screen Sound Technology).


Di penggalan belakang ponsel ada penampakan tiga kamera dengan rincian kamera utama 32MP, kamera ultra wide 8MP, dan depth sensor 5MP. Ada pula sensor sidik jari dan flash LED di sisi ini.

Di sektor dalam, Galaxy M40 dibekali dengan Snapdragon 675 yang dikombinasikan dengan RAM 6GB dan kapasitas penyimpanan internal 128GB. Ada pula slot microSD untuk perluasan hingga 512GB.

Melengkapi spesifikasi Galaxy M40 yakni baterai 3.500 mAh yang sudah mendukung pengisian cepat 15W. Pengisian ulang daya baterai dilakukan dengan charger tipe USB-C.

Galaxy M40 menjalankan Android Pie di atas antarmuka OneUI punya Samsung. Disebutkan pula adanya santunan Dolby Atmos support, NFC, dan Bluetooth 5.0. Namun, ponsel ini tak mempunyai jack headphone.

Rangkaian spesifikasi Galaxy M40 ini sendiri intinya terlihat amat familiar. Wajar saja mengingat ponsel ini, sebagaimana dugaan sebelumnya, merupakan jelmaan dari Galaxy A60 yang sebelumnya sudah dirilis di China pada bulan April. Galaxy M40 sepertinya menjadi versi global dari Galaxy A60.